INGIN BERBAGI DALAM KETERBATASAN.

Sabtu, 12 Oktober 2013

BERBURU HIKMAH DI HARI RAYA KURBAN



BERBURU HIKMAH DARI HARI RAYA KURBAN

Ajaran berkorban sebenarnya telah dilaksanakan sejak awal sejarah kemanusiaan, yaitu  oleh Habil dan Qobil, putra Nabi Adam. Kurban Qobil ditolak, karena dilakukan tidak dengan hati yang ikhlas dan bukan harta yang terbaik. Berbeda dengan itu adalah kurban yang dilakukan oleh Habil, diterima oleh Allah. Habil mengorbankan hartanya  yang terbaik dan dilakukan dengan penuh keikhlasan.
 Selanjutnya ajaran kurban juga dilakukan oleh Nabi Ibrahim.  Peristiwa yang sangat dahsyat,  bahwa yang dikorbankan oleh Nabi Ibrahim adalah satu-satunya putranya, yang sangat dicintai. Tugas berat itu dilaksanakan olehnya untuk  memenuhi perintah Tuhan yang diterima lewat  mimpi. Keduanya, baik Ismail maupun  Ibrahim memenuhi perintah itu, sekalipun tugas itu amat berat, karena  di luar batas-batas kemanusiaan.    
 Melihat sejarah Habil dan  Qobil hingga  Ibrahim dan Ismail,  maka rupanya kurban adalah menjadi pintu yang harus dilalui untuk meraih derajat mulia di sisi Tuhan. Bahwa kemuliaan sejati harus dibayar dengan cara berkorban dan bukan dibeli. Berkorban berbeda dengan membeli. Berkorban adalah memberikan sesuatu miliknya yang terbaik yang didasari oleh rasa  ikhlas.
 Kemuliaan seseorang tidak bisa didapatkan dari cara  membeli,  tetapi hanya bisa diperoleh dari berkorban. Betapa mulianya berkorban sebenarnya juga bisa ditangkap dari perjalanan hidup manusia di setiap waktu, tidak terkecuali pada zaman  sekarang ini. Orang-orang yang mau berkorban akan selalu  mendapatkan kemuliaan. Para pahlawan  bangsa hingga nama mereka  diingat, sejarah hidupnya selalu dijadikan tauladan, dan kata-katanya  dijadikan pegangan hidup adalah karena pengorbanannya.
                Pada saat sekarang ini, jiwa dan kesediaan berkorban terasa semakin  hilang dan digantikan dengan kebiasaan bertransaksi, atau  berjual beli.  Tidak sedikit pemimpin tatkala mendapatkan posisinya itu  diperoleh dari  berkorban, melainkan  dari membeli atau bertransaksi, hingga muncul istilah jual beli jabatan. Akibatnya, yang bersangkutan sama sekali  tidak mendapatkan kemuliaan dari jabatannya itu. Sebaliknya,  justru menjadi nista, yaitu dikejar-kejar kejaksaan, polisi  atau KPK dan akhirnya dipenjarakan.   
                Pada saat sekarang ini, di tengah-tengah hiruk pikuk terjadinya berbagai penyimpangan,  korupsi, manipulasi,  dan berbagai mafia yang berakibat merendahkan derajat kemanusiaan, maka  para pemimpin bangsa seharusnya segera menyeru untuk melakukan gerakan berkorban, dan bukan bertransaksi. Bertransaksi, termasuk transaksi kekuasaan telah  terbukti berakibat mensengsarakan dan bahkan diri yang bersangkutan.
 Sejarah Habil, Ibrahim dan Ismail,  bahkan juga sejarah para pahlawan bangsa kita telah memberikan tauladan yang sangat mulia, yaitu  berkorban dari apa yang terbaik dan dilakukan dengan ikhlas. Jika bangsa ini ke depan ingin mendapatkan kemuliaan, maka tauladan itu harus dijalani.   Gerakan  berkorban, harus dimulai dari atas, yaitu dari semua kalangan elite bangsa.  Sebaliknya, kebijakan  berupa meningkatkan  fasilitas para pejabat, termasuk berbagai tunjangan, remunerasi  yang akan diterima, -------di tengah-tengah rakyat yang  belum sepenuhnya makmur seperti sekarang ini,  maka perlu dihindari.
 Di tengah-tengah rakyat sedang mengalami kesulitan hidup seperti sekarang ini, mestinya para pemimpin dan pejabat pemerintah,  bersedia  berkorban.   Gerakan  berkorban sebenarnya adalah juga sekaligus sebagai cara mudah, murah, dan sederhana menghilangkan kebiasaan korupsi dan hidup serakah. Orang yang terbiasa memberi atau berkorban akan menjauhkan diri dari  hidup berlebih-lebihan, tamak,  dan serakah.
 Untuk menghilangkan korupsi di negeri ini harus ada gerakan mengubah budaya.  Yaitu  budaya  menerima harus diubah menjadi budaya  memberi. Memberi atau memposisikan tangan di atas akan selalu lebih mulia dari tangan di bawah, apalagi diperoleh  dengan cara mencuri atau korupsi.  Hari raya kurban yang sebentar lagi tiba,  harus dijadikan momentum untuk memulai gerakan mulia itu. Wallahu a’lam ( Sumber . UIN  Malang )

Jumat, 09 Agustus 2013

PERANG MELAWAN HAWA NAFSU BELUM USAI



PERANG MELAWAN HAWA NAFSU BELUM USAI

Idul Fitri merupakan puncak dari rangkaian ibadah puasa. Ketika hilal dapat dilihat di penghujung bulan Ramadhan maka di hari itu juga seluruh umat Islam diharuskan untuk berbuka dan melaksanakan shalat hari raya sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "La tashumu hatta tarawul hilal wala tufthiru hatta tarauhu". Artinya: Janganlah kalian berpuasa kecuali kalian melihat hilal (bulan) dan janganlah kalian berbuka kecuali melihatnya (hilal)". 

Jumat, 31 Mei 2013

KUNCI SUKSES DALAM BELAJAR



                                         Kunci Sukses Dalam Belajar

Belajar adalah sesuatu yang harus dilakukan dalam menuntut ilmu dan untuk mencapai cita – cita. Belajar bisa dari banyak hal baik dari sekolahan mau pun dari pengalaman yang kita peroleh. Seseorang yang banyak belajar pastinya memiliki wawasan yang luas dan juga daya pikir yang kreatif. Dalam belajar tentunya kita memiliki cara – cara tersendiri agar apa yang kita pelajari mudah kita ingat dan dimengerti. disini saya akan memberikan kiat sukses dalam belajar, terutama bagi kita yang masih berstatus pelajar tentunya ini sangat penting. Berikut adalah enam (6) langkah kunci sukses dalam belajar :

Selasa, 28 Mei 2013

CONTOH SOAL UKK MAN 2013 KLAS X IMERSI



1. Moss  metagenesis (life cycle), begins with the spores that fall in a humid place that will grow up to be ....
 a. protalium
 b. prototype
 c. sporogonium
 d. moss plants
 e. sporophyte