INGIN BERBAGI DALAM KETERBATASAN.

Senin, 07 Mei 2012

CINTA LINGKUNGAN


MEMBUDAYAKAN CINTA LINGKUNGAN

Dulu, Indonesia dikenal sebagai sebuah negeri yang subur. Negeri kepulauan yang membentang di sepanjang garis katulistiwa yang ditamsilkan ibarat untaian zamrud berkilauan sehingga membuat para penghuninya merasa tenang, nyaman, damai, dan makmur. Tanaman apa saja bisa tumbuh di sana. Bahkan, tongkat dan kayu pun, menurut versi Koes Plus, bisa tumbuh jadi tanaman yang subur.
Namun, seiring dengan berkembangnya peradaban umat manusia, Indonesia tidak lagi nyaman untuk dihuni. Tanahnya jadi gersang dan tandus. Jangankan tongkat dan kayu, bibit unggul pun gagal tumbuh di Indonesia. Yang lebih menyedihkan, dari tahun ke tahun, Indonesia hanya menuai bencana. Banjir bandang, tanah longsor, tsunami, atau kekeringan seolah-olah sudah menjadi fenomena tahunan yang terus dan terus terjadi. Sementara itu, pembalakan hutan, perburuan satwa liar, pembakaran hutan, penebangan liar, bahkan juga illegal loging (nyaris) tak pernah luput dari agenda para perusak lingkungan. Ironisnya, para elite negeri ini seolah-olah menutup mata bahwa ulah manusia yang bertindak sewenang-wenang dalam memperlakukan lingkungan hidup bisa menjadi ancaman yang terus mengintai setiap saat.

BUDI DAYA JANGKRIK


BUDI DAYA JANGKRIK


Cara beternak jangkrik | Budidaya Jangkrik terbaru. Jangkrik atau dalam bahasa ilmiahnya Liogryllus Bimaculatus sangat gencar dibudidayakan alias diternakan belakangan ini seiring dengan meningkatnya permintaan pasar. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya penggemar burung dan ikan.

Kegiatan budidaya jangkrik ini banyak dilakukan karena waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur jangkrik yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2-3 bulan.

Daftar nama Latin hewan

Daftar nama Latin dan  Inggris sejumlah hewan di Indonesia dapat dilihat DISINI

Flora Indentitas Indonesia


Daftar flora identitas provinsi di Indonesia
Bunga Nasional Indonesia
Bunga nasional adalah bunga yang dapat mewakili karakteristik sebuah bangsa dan negara. Indonesia sendiri memiliki tiga bunga nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4/1993.[1] Spesies bunga yang ditetapkan sebagai bunga nasional dalam keputusan tadi adalah:
  • Bunga melati putih (Jasminum sambac) sebagai puspa bangsa
  • Bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona dan
  • Bunga padma raksasa (Rafflesia arnoldii) sebagai puspa langka.

Minggu, 06 Mei 2012

SEMUT PENGENDALI HAMA TANAMAN


SEMUT PENGENDALI HAMA TANAMAN

semutKalau Anda pernah digigit semut ketika memanjat pohon mangga atau nangka, mungkin Anda akan kesal oleh serbuan semut-semut yang begitu gencar. Seringkali gigitannya membuat kita mengaduh-aduh. Serangga kuning & ramping ini membangun sarangnya di daun-daun. Jumlah mereka bisa mencapai ratusan, mempunyai teritori & terkenal agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Itulah semut Rangrang (Oecophylla smaragdina).
Semut Rangrang bukan sembarang semut. Mereka unik dan berbeda dari jenis semut lainnya. Manusia telah menggunakan jasa mereka dalam perkebunan berabad-abad yang lalu. Tercatat, sekitar tahun 300 Masehi di Canton (China), semut ini digunakan untuk mengusir hama pada tanaman jeruk. Orang mengambil sarang-sarang semut ini dari hutan, memperjualbelikannya, lalu meletakkannya di pohon-pohon jeruk jenis unggul. Teknik yang sama tetap dilakukan sampai abad ke-12, dan masih diterapkan di selatan China sampai saat ini. Di perkebunan kopi di Lampung, kita dapat menemukan koloni semut ini bersarang di daun-daun kopi. Ternyata, pada tanaman kopi yang ditempati sarang ini lebih baik keadaannya daripada tanaman yang tidak ditempati semut Rangrang. Produksi kopi pun jadi lebih meningkat.